''Hah, jadi ini yang dinamakan Oreburgh Ways.'' seruku di depan sebuah gua. Kabarnya, gua itu menghubungkan Route dekat kota Jubelife ke Oreburgh. Jika dilihat sekilas, gua itu terlihat sedikit menyeramkan. Namun, ini adalah kota tercepat menuju Oreburgh. Aku mulai masuk ke dalam gua. Aku jadi teringat dengan Iron Island. Aku mengambil Pokeball dari Ball Case, ''Fazea, Keluarlah!'' seketika ia keluar. Kamipun berjalan bersama menyusuri gua. ''Hah, ada sedikit cahaya. Itu pasti pintu guanya.'' aku senang saat melihat sedikit cahay, akupun mendekatinya. ''Halo!'' Aku terkaget mendengar sebuah suara dari belakang, rupanya ada yang mengikutiku. Ak
u menoleh ke belakang, terlihat seorang wanita berpakaian hitam, beramput pirang yang panjang. ''Tidak usah takut, aku bukan orang jahat!'' kata wanita itu. ''Huft, syukurlah'' ucapku. ''Ternyata, ada juga trainer yang melewati gua ini. Kabarnya tidak ada lagi yang melewati gua ini sejak segerombolan Zubat dan Geodude sering mengamuk.'' Wanita itu mengatakan sesuatu. ''Oh iya, perkenalkan, aku Chyntia seorang Trainer Pokemon. Siapa namamu?'' sepertinya aku pernah mendengar nama itu. ''Namaku Az!''
''Az, akan lebih aman jika kita berjalan bersama sampai ke luar gua.'' ''Baiklah''.
Setelah beberapa saat, kami bisa melihat pintu keluar gua. ''Sepertinya kita sudah bisa keluar'' kata Chyntia. Saat kami melangkah, terdengar suara aneh... Seperti suara sekawanan Zubat. Ternyata benar, sekawanan zubat menghadang kami. ''Uh, tidak bagus! Fazea, Force Palm!'' Fazea berusaha menyerang Zubat-Zubat itu. Keadaan bertambah buruk saat segerombolan Geodude datang. ''Ny. Chyntia, apakah kau bisa membantu?'' tanyaku ''Mungkin!'' jawab Ny. Chyntia yang terlihat sedikit kebingungan. Aku dan Fazea semakin terdesak, hampir tidak ada harapan. ''Go! Garchomp! Terdengar teriakan Ny. Chyntia. Sepertinya ia mengeluarkan seekor Pokemon. Itu, Pokemon Hiu bernama Garchomp! Aku kagum melihatnya. ''Garchomp, Outrage!'' Garchomp menyerang membabi buta, namun serangan itu berhasil mengusir bahkan mengalahkan mereka. Kami langsung keluar dari gua. ''Ny. Chintia, sepertinya anda bukan trainer biasa, dan sepertinya aku pernah mendengar nama anda?'' tanyaku. ''Ya, 10 Tahun lalu, aku adalah seorang Champion di Sinnoh.'' Aku terkaget, jadi aku sekarang bersama seorang mantan Champion? ''Az, bolehkah aku menitipkan sesuatu?'' ''Apa yang akan kau titipkan?'' tanyaku penasaran. ''Aku memiliki sebuah telur Pokemon. Aku ingin menetaskannya, tapi aku juga punya urusan lain. Apakah kau mau menjaga telur pokemon ini?'' Minta Ny. Chyntia sambil menunjukkan sebuah Telur yang ia sembunyikan di dalam pakaiannya. ''Baiklah.'' Jawabku ''Bagus, dengan begini aku bisa mempercepat urusanku.'' kata Ny. Chyntia ''Kira-kira Pokemon apa yang akan menetas dari telur ini?'' tanyaku keheranan. Ny. Chyntia tersenyum, ''Itulah misteri, kau harus memecahkannya!'' kata Ny. Chyntia. ''Maaf, aku harus segera ke Oreburgh untuk mendapatkan lencana.'' Kataku, ''Ya, aku harap kita bisa bertemu lagi.'' sahut Ny. Chyntia. Aku langsung mempercepat langkahku. Setelah beberapa meter, aku melihat gerbang Kota Oreburgh. ''Aku harus cepat!'' kataku.
u menoleh ke belakang, terlihat seorang wanita berpakaian hitam, beramput pirang yang panjang. ''Tidak usah takut, aku bukan orang jahat!'' kata wanita itu. ''Huft, syukurlah'' ucapku. ''Ternyata, ada juga trainer yang melewati gua ini. Kabarnya tidak ada lagi yang melewati gua ini sejak segerombolan Zubat dan Geodude sering mengamuk.'' Wanita itu mengatakan sesuatu. ''Oh iya, perkenalkan, aku Chyntia seorang Trainer Pokemon. Siapa namamu?'' sepertinya aku pernah mendengar nama itu. ''Namaku Az!''
''Az, akan lebih aman jika kita berjalan bersama sampai ke luar gua.'' ''Baiklah''.
Setelah beberapa saat, kami bisa melihat pintu keluar gua. ''Sepertinya kita sudah bisa keluar'' kata Chyntia. Saat kami melangkah, terdengar suara aneh... Seperti suara sekawanan Zubat. Ternyata benar, sekawanan zubat menghadang kami. ''Uh, tidak bagus! Fazea, Force Palm!'' Fazea berusaha menyerang Zubat-Zubat itu. Keadaan bertambah buruk saat segerombolan Geodude datang. ''Ny. Chyntia, apakah kau bisa membantu?'' tanyaku ''Mungkin!'' jawab Ny. Chyntia yang terlihat sedikit kebingungan. Aku dan Fazea semakin terdesak, hampir tidak ada harapan. ''Go! Garchomp! Terdengar teriakan Ny. Chyntia. Sepertinya ia mengeluarkan seekor Pokemon. Itu, Pokemon Hiu bernama Garchomp! Aku kagum melihatnya. ''Garchomp, Outrage!'' Garchomp menyerang membabi buta, namun serangan itu berhasil mengusir bahkan mengalahkan mereka. Kami langsung keluar dari gua. ''Ny. Chintia, sepertinya anda bukan trainer biasa, dan sepertinya aku pernah mendengar nama anda?'' tanyaku. ''Ya, 10 Tahun lalu, aku adalah seorang Champion di Sinnoh.'' Aku terkaget, jadi aku sekarang bersama seorang mantan Champion? ''Az, bolehkah aku menitipkan sesuatu?'' ''Apa yang akan kau titipkan?'' tanyaku penasaran. ''Aku memiliki sebuah telur Pokemon. Aku ingin menetaskannya, tapi aku juga punya urusan lain. Apakah kau mau menjaga telur pokemon ini?'' Minta Ny. Chyntia sambil menunjukkan sebuah Telur yang ia sembunyikan di dalam pakaiannya. ''Baiklah.'' Jawabku ''Bagus, dengan begini aku bisa mempercepat urusanku.'' kata Ny. Chyntia ''Kira-kira Pokemon apa yang akan menetas dari telur ini?'' tanyaku keheranan. Ny. Chyntia tersenyum, ''Itulah misteri, kau harus memecahkannya!'' kata Ny. Chyntia. ''Maaf, aku harus segera ke Oreburgh untuk mendapatkan lencana.'' Kataku, ''Ya, aku harap kita bisa bertemu lagi.'' sahut Ny. Chyntia. Aku langsung mempercepat langkahku. Setelah beberapa meter, aku melihat gerbang Kota Oreburgh. ''Aku harus cepat!'' kataku.




0 Responses to "Chapter 5- Telur! Oreburgh di depan Mata."
Posting Komentar