Subscribe to our RSS Feeds
Selamat Datang di Blog Sederhana ini. Jika ingin mengetahui apa saja yang sudah ada di Blog ini bisa melihat: DAFTAR ISI Diharapkan Pengunjung bisa memberikan masukan untuk blog ini.
Tampilkan postingan dengan label Fanfict. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfict. Tampilkan semua postingan

Chapter 5- Telur! Oreburgh di depan Mata.

0 Comments »
''Hah, jadi ini yang dinamakan Oreburgh Ways.'' seruku di depan sebuah gua. Kabarnya, gua itu menghubungkan Route dekat kota Jubelife ke Oreburgh. Jika dilihat sekilas, gua itu terlihat sedikit menyeramkan. Namun, ini adalah kota tercepat menuju Oreburgh. Aku mulai masuk ke dalam gua. Aku jadi teringat dengan Iron Island. Aku mengambil Pokeball dari Ball Case, ''Fazea, Keluarlah!'' seketika ia keluar. Kamipun berjalan bersama menyusuri gua. ''Hah, ada sedikit cahaya. Itu pasti pintu guanya.'' aku senang saat melihat sedikit cahay, akupun mendekatinya. ''Halo!'' Aku terkaget mendengar sebuah suara dari belakang, rupanya ada yang mengikutiku. Ak

Chapter 4- Jalan Hidup Trainer.

0 Comments »
Akhirnya, setelah melewati route Sandgem-Jubelife yang berisi banyak trainer, aku sampai di pintu masuk selatan Kota Jubelife. Terlihat banyak sekali orang di sini, suasananya juga sangat ramai. Jubelife termasuk kota besar di Region Sin
noh, seperti Kota Hearthome atau Kota Veilstone. ''Aku harus cepat mencari Pokemon Center.'' Fazea sudah sangat lelah karena beberapa pertarungan tadi. ''Aha, pasti ini Pokemon Center!'' Dengan semangat aku masuk ke gedung itu. Kulihat di sebelah pintu ada seorang wanita, seperti resepsionis. ''Selamat Datang di Poketch Co. Ada yang bisa kubantu?'' ucap wanita itu dengan ramah. ''Ah, sial. Sepertinya aku salah masuk gedung.'' aku jadi sedikit malu. Tapi, sepertinya aku bisa bertanya dimana lokasi Pokemon Center padanya. ''Maaf nyonya, aku trainer baru, aku baru datang dari Kota Sandgem, bisakah kau beritahu dimana letak Pokemon Center?'' Tanyaku dengan sedikit malu. ''Oh, jadi kau salah masuk gedung, tidak papa. Jika kau masuk dari pintu masuk selatan, kau akan bertemu sebuah bangunan dengan atap merah dan ada tulisan 'P.C.' itu adalah Pokemon Center.'' Jelas wanita itu. ''Baiklah nyonya, terima kasih atas bantuannya'' aku hendak meninggalkan gedung itu. ''Tunggu, aku akan memberikan hadiah padamu!'' Hadiah?'' Hadiah apa?'' Aku tidak tahu apa yang dimaksud. ''Kami sedang mengadakan Promo rahasia, 5 Trainer baru yang pertama kali masuk gedung ini, akan kami beri Poketch versi terbaru, sudah lengkap dengan aplikasinya, sekarang sudah ditambah dengan petunjuk perjalanan bagi trainer baru. Dan kau mendapatkan Poke

Chapter 3- Sinnoh!Kumulai Perjalanan!

0 Comments »
''Umm...'' Aku terbangun ketika melihat sinar yang menyilaukan. Wah, ternyata sudah pagi, langsung kulihat jam di dinding. ''Gawat!'' Teriakku kencang, aku langsung bingung melihat jam yang menunjukkan angka 10. Padahal Prof. Rowan menyuruhku untuk ke Lab jam 9. Ditambah lagi, aku semakin bingung karena melihat beberapa barangku tidak ada. Dengan perasaan kacau, aku datang ke Lab Prof. Rowan. ''Permisi'' ucapku memasuki Lab. Kali ini aku melihat seorang gadis yang seumuran denganku di dekat Prof. Rowan. ''Sudah kuduga kau kesiangan Az. Mungkin kau memang lelah.'' kata Prof.

Chapter 2 - The Starly, and The Rival.

0 Comments »

(3 Hari Setelah Kejadian Di Pulai Baja)


''Fazea, Force Palm!'' seruku melatih Riolu. Fazea, nama panggilannya, dia suka dengan nama itu. ''Rioooo!!!'' teriak Fazea sambil menggunakan Force Palm. ''wah, kau bersemangat sekali melatih Riolu itu.'' Suara Paman mengagetkanku, ''Iya paman, itu sudah pasti!'' sahutku. ''Jangan lupa, hari ini kau harus bertemu Prof. Rowan. Dia adlah salah satu profesor Pokemon yang hebat. Dia ingin meneliti Riolu yang jarang ditemukan, dan memberikan sesuatu padamu.'' jelas paman. ''Benarkah itu? Aku ingin tahu apa yang diberikan kepadaku.''


Chapter 1-The Begining of All

0 Comments »
Suatu hari, aku dan Pamanku diajak ke Pulau Baja oleh seorang pelaut di kota kami. Setibanya di Pulau Baja, Aku melihat seseorang masuk ke dalam gua. ''Paman, apakah paman yakin hanya kita di sini?'' tanyaku. ''Tentu, ini adalah pulau terpencil. Siapa yang mau datang ke sini?'' jawab paman. ''Baiklah, aku percaya itu.'' Aku dan Pamanku pun mulai memasuki gua. ''Berha ti-hatilah dengan elevator itu, itu bisa rusak kapanpun.'' Paman mengingatkan,
''GRAKKKK'' terdengar suara aneh. ''TOLOOOONGGGG!!!!''. Teriakku, rupanya saat Pamanku mulai berkata, tanpa sengaja aku sudah menginjak elevator itu.

''Oh, sial! sepertinya Aku jatuh terlalu jauh!'' gumamku. ''Sekarang, apa yang harus Aku lakukan? Diam disini menunggu dimakan seekor Pokemon? Aku harus mencari paman.'' Aku pun mulai berjalan. Setelah
beberapa lama akhirnya aku melihat cahaya, ''Pasti itu pintu keluar!''. Aku segera berlari menghampiri pintu itu. ''Oh, sial! Ini memang bukan hariku!'' Gumamku sambil jengkel, ada 3 Batu besar menghalangi jalan. Dengan jengkel aku menendang 3 Batu itu. Tiba-tiba, 3 batu itu bergerak, aku berpikir mungkin memang waktunya aku sedikit beruntung. Namun, dugaanku salah besar, ternyata itu adalah 3 ekor Graveller liar. Sepertinya mereka sangat marah padaku, aku harus lari. Yang kutahu mereka adalah pokemon yang lambat, jadi aku langsung berlari saja. ''Huft,sepertinya aku sudah cukup jauh dari mereka.'' ''Grudak-grudak-grudak!!!'' aku mendengar suara aneh dari belakang. Sial, itu adalah jurus Rock Blast milik mereka. Aku berpikir mungkin ini akhir dari hidupku.

Saat aku akan selamat karena menemukan celah diantara batu-batu itu, aku melihat 3 graveler itu di belakang batu-batu itu. Akupun memejamkan mata untuk tidak melihat apa yang terjadi padaku. ''Lu
cario, Aura Sphere!''
terdengar teriakan seorang laki-laki. Mulai kubuka mataku, terlihat seseorang berbaju biru, bercelana hitam dan memakai topi biru yang keren. Dia bersama dengan seekor Lucario yang baru saja menghancurkan Rock Blast milik Graveler itu. ''Sekarang, Lucario gunakan Flash Cannon !''. Aku melihat pertempuran sengit itu, para Graveler masih bisa membalas beberapa serangan. ''Hei nak, kau mengerti kan bagaimana menggunakan pokemon?'' Laki-laki itu bicara padaku.


''Aku tidak terlalu pandai.'' jawabku,''Tak apa, gunakanlah pokemon ini!'' Ia melemparkan sebuah Bola, ada perasaan bersemangat saat aku memegang bola itu. ''Cepat, keluarkan Pokemon dari Pokeball itu!'', Akupun memencet tombol yang ada di tengah pokeball itu, sebuah sinar muncul, dalam sekejap saja berdiri seekor pokemon yang mirip dengan Lucario, setahuku ia adalah Riolu. ''Sekarang kita kalahkan mereka!''.

Aku sangat bersemangat, namun aku belum tahu siapa laki-laki itu, gua yang gelap membuatku tidak bisa melihat wajahnya. ''Suruh Riolu gunakan Force Palm !'' akupun menurutinya. ''Lucario, Aura sphere !''. ''Riolu, Force Palm !'' karena serangan kami, semua Graveler tumbang. ''Terima kasih, kau telah menolongku.'' ucapku, ''Sama-sama, tapi aku harus pergi sekarang!'' Dia melemparkan Pokeball, dan keluarlah seekor Abra. ''Abra, Teleport !'' sebuah sinar menyelimuti mereka. ''Tunggu! Bagaimana dengan Riolu ini? Siapa Namamu?'' aku menanyakan 2 hal secara spontan. Namun, terlambat, mereka telah pergi, ada secarik kertas di lantai gua. Aku segera mengambilnya. Rupanya sebuah surat.

Kepada Az
Aku Laki-Laki yang baru saja menolongmu, kau tak usah bertanya siapa aku dan dari mana aku tahu namamu. Aku memang sengaja meninggalkan Riolu untuk menjadi Pokemon pertamamu, karena kau berbakat menjadi seorang trainer, lagi pula kau akan aman jika memiliki Pokemon sendiri.

Salam

Aku

''Surat yang cukup aneh, tapi sepertinya aku dan Riolu akan menjadi teman yang baik, Iya kan Riolu?''Aku menoleh pada Riolu, rupanya Riolu juga menoleh kepadaku dan tersnyum. ''Baiklah, setelah ini aku akan menjadi seorang Trainer yang hebat!'' Ucapku dengan penuh semangat dan keyakinan.