Subscribe to our RSS Feeds
Selamat Datang di Blog Sederhana ini. Jika ingin mengetahui apa saja yang sudah ada di Blog ini bisa melihat: DAFTAR ISI Diharapkan Pengunjung bisa memberikan masukan untuk blog ini.

Chapter 2 - The Starly, and The Rival.

0 Comments »

(3 Hari Setelah Kejadian Di Pulai Baja)


''Fazea, Force Palm!'' seruku melatih Riolu. Fazea, nama panggilannya, dia suka dengan nama itu. ''Rioooo!!!'' teriak Fazea sambil menggunakan Force Palm. ''wah, kau bersemangat sekali melatih Riolu itu.'' Suara Paman mengagetkanku, ''Iya paman, itu sudah pasti!'' sahutku. ''Jangan lupa, hari ini kau harus bertemu Prof. Rowan. Dia adlah salah satu profesor Pokemon yang hebat. Dia ingin meneliti Riolu yang jarang ditemukan, dan memberikan sesuatu padamu.'' jelas paman. ''Benarkah itu? Aku ingin tahu apa yang diberikan kepadaku.''




(6 Jam kemudian kami sampai di Kota Sandgem, tempat Prof. Rowan tinggal.)

aku dan paman langsung menuju ke Lab milik Prof. Rowan. Di dalam Labnya ada banyak orang memakai jas putih, ada seseorang yang terlihat tua dengan kumis dan jenggot tebal, mungkin ia adalah Prof. Rowan. Ada seorang anak laki-laki seumuranku, nampaknya dia akrab dengan Prof. Rowan. ''Oh, Serv. Kau sudah datang rupanya?'' sapa Prof. Rowan pada Paman ''kau kelihatan masih sehat Rowan, ini dia Az, keponakanku yang mendapat Riolu.'' jawab Paman. ''Hmm, baiklah kita langsung ke pokok permasalahan, bisa kau keluarkan Riolu milikmu Az?'' minta Prof. Rowan padaku ''Tentu saja boleh, Keluarlah Fazea!'' aku segera memunculkan Fazea dari dalam Pokeball. ''Pokemon ini sangat bersemangat, sepertinya memang kau orang yang dipilih 'ia' untuk menjadi pemilik Riolu, dan...'' ''Ia!?! Siapa itu!?!'' tanyaku memotong perkataan Prof. Rowan. ''Dia adalah salah satu trainer hebat di Sinnoh, dia minta identitasnya tidak disebutkan sampai saat ini, orang yang paling akhir menemuinya adalah kau Az, 3 Hari lalu di Pulau Baja.'' jelas Prof. Rowan.

Aku langsung tahu siapa yang dimaksud oleh Prof. Rowan. ''Riolu adalah Pokemon spesial, karena jika dia berevolusi menjadi Lucario, ia akan bisa mendeteksi Aura dari pokemon meski pokemon itu tidak tampak.'' Prof. Rowan menjela
skan. ''Dan Az, aku ingin memberimu sebuah Pokedex, itu adalah ensiklopedia berteknologi tinggi.'' aku menerima Pokedex itu dari Prof. Rowan dengan senang hati ''Kau tak harus melengkapinya. Ada seorang anak yang sudah melengkapi Pokedex ini 10 Tahun lalu, bahkan ia mengalahkan Champion Chyntia di pertandingan resmi.''

Aku langsung terkejut ''Siapakah yang berhasil melakukan semua itu prof?'' aku bertanya penasaran ''Dia adalah kakakku, Lucas!'' jawab anak laki-laki yang dari tadi diam. ''Aku akan menjadi trainer kuat seperti kakakku, oh, iya perkenalkan namaku Edsac, kau adalah Az yang mendapat pokemon langka Riolu. Salam kenal'' sepertinya dia anak yang bersemangat. ''Dia adalah trainer baru, sebelumnya Edsac sering membantuku di Lab ini, Karen peraturan di Sinnoh yang baru, Trainer minimal berumur 14 Tahun, jadi dia gunakan 4 tahun untuk mempelajari Pokemon.'' Penjelasan Panjang, lebar dan tinggi=Luas dari Prof. Rowan. ''Jadi, kau memiliki pokemon langka Riolu? Aku jadi ingin bertarung melawanmu.'' Ia menyatakan sebuah tantangan, sampai saat ini, aku belum pernah melawan trainer, mungkin tidak apa-apa untuk melatih kemampuanku. ''Baiklah, kami terima tantanganmu!'' sahutku bersemangat. ''Ayo kita keluar, apa kau mau menghancurkan Lab ini?'' ia memberi instruksi. Kamipun segera keluar ruangan, terasa udara yang sejuk namun tidak dingin.

Riolu sudah siap dari tadi, aku tinggal menunggu dia mengeluarkan Pokemonnya. ''Keluarlah, Starly!''

akhirnya dia mengeluarkan pokemon miliknya. ''Gunakanlah Pokedex untuk mengetahui kemampuan musuh!'' Suara Prof. Rowan yang ternyata menonton pertempuran ini. Aku langsung mencoba menggunakan Pokedex ini, ia otomatis merekam data Starly. Deskripsi Starly. Baiklah, data yang cukup. Namun, saat aku melihat pada Edsac, dia juga menggunakan Pokedex. ''langsung saja, Fazea Force Palm!'' Fazea(Riolu) langsung saja menggunakan tanggannya pada Starly. ''Starlight, Menghindar!'' rupanya Starly itu mempunyai nama panggilan Starlight. ''sekarang balas serangannya dengan Peck!'' Starly melakukan serangan balasan, sial Fazea tidak bisa menghindar, alhasil damage yang Super Effective diterima Fazea. ''Starlight, Quick Attack!'' Edsac sepertinya ingin mengakhiri dengan agak lambat. Aha, aku memiliki sebuah ide Brilian. Serangan Starly kena tepat sasaran, Fazea tampak letih. ''Sekarang Fazea, Counter!'' efek Counter sepertinya bekerja, Starly yang terkena serangan itu terjatuh, saat yang tepat. ''Fazea, sekali lagi, Force Palm!'' serangan Fazea tepat mengenai Starly, dan Starly langsung pingsan. ''PLOK!PLOK!PLOK!'' terdengar suara tepuk tangan, rupanya Prof. Rowan. ''Sepertinya aku tidak salah memberikan Pokedex kepada kalian. Kemarilah, aku ingin memberi tahu kalian sesuatu.'' aku & Edsac mendekat ke Prof. Rowan. ''Kalian sudah memiliki umur yang cukup untuk berpetualang. Sekarang GYM di Sinnoh sudah berubah beberapa, sejak 7 tahun kejadian Cyrus ketua Team Galactic memanggil memanggil 2 Pokemon Legenda. Kini Sinnoh sudah terkendali. Kalian bisa Berangkat besok pagi. Aku akan memberikan perlengkapan kalian besok pagi. Dan kau Az, Paman Serv yang memintamu berpetualang. Jadi kau tidak usah khawatir. Sekarang Edsac, kau pulanglah ke rumahmu, kau dan pamanmu akan menginap di rumahku Az.'' ''Terima kasih Profesor.'' aku mengucapkan terima kasih pada Prof. Rowan. Aku merasa senang juga semangat. Menunggu besok pagi jantungku berdebar-debar. Aku sudah tidak sabar.

0 Responses to "Chapter 2 - The Starly, and The Rival."

Posting Komentar